Setiap kali menengadah pada bintang-bintang di langit malam, aku selalu melihat kita di masa lalu.
Kita adalah kelap-kelip itu.
Rasanya sudah lama sekali sejak kita bertemu untuk yang pertama kali. Aku hampir lupa seberapa sering kita bicara hingga dini hari. Atau diam saja memandangi hujan sampai bosan. Dan aku sungguh-sungguh lupa kapan terakhir kali kita tertawa bersama. Kapan terakhir kali kita menangis berdua.
Aku tidak suka ini. Kenyataan bahwa aku mulai melupakan banyak hal tentang kita. Detail-detail kecil yang menurutku penting.
“Mungkin kamu akan melupakan mereka yang pernah tertawa bersamamu, tetapi kamu tidak akan pernah bisa melupakan mereka yang pernah menangis bersamamu,” begitu katamu—dulu.
Ya, aku tidak melupakanmu. Belum. Meskipun aku ingin. Meskipun aku mau. Karena alangkah lebih baiknya jika begitu. Aku tak perlu mengingat betapa kita memutuskan untuk menempuh jalan yang berbeda sama sekali. Sendiri-sendiri. Meninggalkan apa yang pernah kita miliki tanpa pernah memutuskan apakah kita akan kembali, atau apakah kita akan bertemu lagi suatu saat nanti.
Sekarang, kita seperti dua orang asing yang tidak pernah saling mengenal. Menapaki hidup masing-masing dengan kepala tegak dan pandangan lurus ke depan, agar hati kita yang rapuh dan retak-retak ini luput dari pandangan. Kita memaksa diri untuk tidak menoleh ke belakang. Untuk mengubur semua yang pernah ada.
Tetapi kita tahu, bahwa apa yang kita campakkan itu, akan tetap ada selama kita ada. Kita sudah terlalu lama bersama. Tidak secepat itu kita bisa terpisah dari satu sama lain dan menjadi baik-baik saja. Dan bukankah hingga detik ini, kita masih bertanya-tanya, apakah dulu yang kita campakkan itu cinta?
Malam ini, ketika aku menengadah memandangi bintang-bintang di langit malam, aku melihat kita di masa lalu. Kita adalah kelap-kelip itu.
Di mana kamu berada saat ini? Apakah kamu juga tengah memandangi langit malam ini; langit yang biasa kita bagi bersama? Katakan, apa yang kamu lihat ketika kamu memandangi bintang-bintang? Apakah kamu masih melihat aku dan kamu di masa lalu?
Ataukah… kamu hanya melihat bintang-bintang?
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010